Olehkarena itu, peristiwa apapun yang terjadi di dalam hidup kita, marilah kita hadapi dengan ridho : terima dengan lapang dada, tanpa berkeluh kesah dan yakini bahwa segala yang terjadi ada dalam kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ridha adalah sikap terbaik agar ujian tersebut berbuah berkah bagi kita. Alah Subhanahu Wa Ta'ala
Allahswt dengan sifat hikmah dan keadilan-Nya terkadang menimpakan ujian dan cobaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman pada khususnya, dan seluruh manusia pada umumnya. "Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah.." (HR. Ibnu Majah) Kemudian Yang Ketiga: hendaknya kita Perbanyak Istighfar karena Perlu kita ingat
RatibAl Haddad juga memuat doa yang berisi permohonan maaf, di mana manusia meminta maaf atas segala salah dan khilafnya di dunia. Manusia juga memohon kekuatan dan kelapangan hati dalam menghadapi segala ujian dari Allah. Di sisi lain, manusia juga tetap meyakini bahwa Allah tidak akan membebani hambanya dengan ujian di luar kemampuan hambanya.
Vay Nhanh Fast Money. Ridho dengan Ketentuan Allah. Foto Takdir ilustrasi diri sangatlah penting dalam rangka menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam kehidupan ini. Sedangkan terhadap yang telah terjadi, maka sikap yang harus kita miliki adalah ridho. Pimpinan Majelis Ta'lim dan Zikir Baitul Muhibbin Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi mengatakan, ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi atau ridho pada hasil akhir "Yang akhirnya kita terima setelah usaha maksimal ikhtiar yang kita lakukan," kata Habib Abdurrahman melalui pesan hikmahnya kepada Republika, Senin 23/13. Habib Abdurrahman mengatakan, ridho itu adalah keterampilan mental untuk realistis menerima kenyataan. Hati menerima kenyataan, dibarengi otak dan anggota tubuh yang berikhtiar terus untuk mencapai keadaan yang lebih baik lagi. Mengapa kita harus ridho? Karena jika kita tidak ridho pun, kejadian atau hasil itu pun tetap terjadi. Untuk itu kata Habib Abdurrahman apapun yang terjadi, maka kita harus bersikap ridho. โAllah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa 'alaihissasalam "Wahai Musa, siapa yang tidak ridha dengan keputusan-Ku, tidak sabar dengan ujian-Ku, dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat-Ku, maka hendaklah ia pergi dari bumiku dan langiku, dan hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.โ "Terimalah takdirmu dengan Ridho," katanya.
โ Allah Taala sebagai satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, ridha dengan segala ujian atau musibah yang Allah turunkan kepada kita dan kita tidak boleh mencela ketetapan Allah. Kebanyakan yang menggelincirkan kaki manusia adalah berkaitan dengan penentangan terhadap takdir, mencelanya, tidak ridha terhadapnya, mengeluh dan menyandarkan kezhaliman kepadanya. Jika suatu saat rezekinya seret, dia akan berkata, โIni adalah bentuk kezhaliman. Dan, adakah orang lain yang lebih baik dariku ? โ Jika dia melihat orang-orang pergi mencari rezeki lalu sukses, dia akan berteriak,โDuhai seandainya aku seperti mereka, niscaya aku akan mengalami kesuksesan yang gemilang!โ Sayangnya, tabiat ini paling banyak tergambar dari sebagian kaum perempuan. Padahal amalan akidah tersebut diharamkan Allah Taโala, karena mereka tidak ridha dengan qadha ketentuan Allah. Dia beriman terhadap takdir yang baik, sedang terhadap takdir yang buruk, dia mengingkarinya. Dia rela dengan takdir yang manis dan menggerutu terhadap takdir yang pahit. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuโanhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ูุงู ููุคูู
ููู ุนูุจูุฏู ุญูุชููู ููุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู ุญูุชููู ููุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆููู ููุฃูููู ู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจููู โSeorang hamba tidak dikatakan beriman sampai beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Dan, hingga dia mengetahui bahwa apa yang ditakdirkan menimpanya, maka tidak akan pernah meleset, dan apa yang tidak ditakdirkan menimpanya, maka tidak pernah akan menimpa Shahih Sunan at-Tirmidzi. Dinukil dari pendapat Abdul Lathif bin HajisnAl-Ghomidi dalan kitabnya โโMukhalafaat Nisaiyyahโ, 100 Mukhalafah Taqaโu fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syarโiyyahโ diuraikan, sebagian kaum perempuan meremehkan tentang dosa mencela takdir tersebut. Jika dia melihat ada seseorang tiba-tiba mendapatkan berbagai kenikmatan dunia, dia menganggap tidak ada hikmah dalam pemberian Allah tersebut. Lantas dia berkata, โSesungguhnya Allah telah memberikan kepada seseorang yang tidak berhak mendapatkannya. โ Di atas inilah dia berjalan, selalu dalam keadaan mengeluh, terus menerus mencela takdir Allah. โBahkan bisa jadi, dia akan mengatakan bahwa tidak ada hikmah dan rahmat dalam ketentuan-Nya. Jika ia mau beriman dan menginstropeksi dirinya, memperhatikan pemahamannya, bersabar dan selalu mengharap pahala darinya, maka hal itu tentu lebih baik baginya, baik cepat maupun lambat,โjelas Al-Ghomidi. Dari Zaid bin Tsabit diriwayatkan bahwa ia berkata aku pernah mendengar Rasulullah bersabda ูููู ุฃูููู ุงูููููู ุนูุฐููุจู ุฃููููู ุณูู
ูุงููุงุชููู ููุฃููููู ุฃูุฑูุถููู ุนูุฐููุจูููู
ู ูููููู ุบูููุฑู ุธูุงููู
ู ููููู
ู ุ ูููููู ุฑูุญูู
ูููู
ู ููุงููุชู ุฑูุญูู
ูุชููู ุฎูููุฑูุง ููููู
ู ู
ููู ุฃูุนูู
ูุงููููู
ู ุ ูููููู ุฃูููููููุชู ู
ูุซููู ุฃูุญูุฏู ุฐูููุจูุง ููู ุณูุจูููู ุงูููู ู
ูุง ููุจููููู ุงูููููู ู
ููููู ุญูุชููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุ ููุชูุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆููู ุ ููุฃูููู ู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจููู ุ ูููููู ู
ูุชูู ุนูููู ุบูููุฑู ููุฐูุง ููุฏูุฎูููุชู ุงููููุงุฑู โSekiranya Allah menghendaki untuk mengazab para penduduk langit dan bumi, niscaya Dia akan mengazab mereka, dan itu bukanlah bentuk kezhaliman Allah kepada mereka. Dan, sekiranya Dia memberi rahmat kepada mereka, niscaya rahmat-Nya lebih baik bagi mereka daripada amal mereka sendiri. Jika engkau memiliki emas sebesar bukit Uhud yang engkau infakkan di jalan Allah, niscaya amalamu tidak akan diterima sampai engkau mengimani takdir secara keseluruhan, dan engkau mengetahui bahwa apa yang ditakdirkan menimpamu, maka tidak pernah akan meleset dan apa yang tidak ditakdirkan manimpamu, maka tidak akan menimpamu. Jika engkau mati tidak dalam keadaan demikian pasti engkau akan masuk Neraka Shahih Sunan Abi Dawud, dan Shahih Sunan Abni Majaha Muslimah, kita ini adalah hamba Allah. Seperti budak kepada tuannya, maka apa keinginan tuannya, budak harus menurutinya. Demikianlah kita kepada Allah. Namun Allah adalah tuan yang tidak pernah berbuat zalim pada hamba-hamba-Nya. Maka kita harus ridha dengan segala ketetapan Allah. Kita harus ridho Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi. Ridha dengan segala ujian atau musibah yang Allah turunkan kepada kita. Kita tidak boleh mencela ketetapan Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅู ุนุธู
ุงูุฌุฒุงุก ู
ุน ุนุธู
ุงูุจูุงุก ูุฃู ุงููู ุฅุฐุง ุฃุญุจ ููู
ุง ุงุจุชูุงูู
ุ ูู
ู ุฑุถู ููู ุงูุฑุถู ูู
ู ุณุฎุท ููู ุงูุณุฎุท โBesarnya ganjaran pahala tergantung pada besarnya ujian. Dan Allah jika mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridho menerima ujian maka baginya ridha. Siapa yang marah, tidak terima takdir Allah, maka baginya kemarahan.โ Jadi, apa yang Allah Taโala takdirkan buat kita, itu yang terbaik buat kita. Apa saja, termasuk ujian dan cobaan. Allah yang menakdirkan musibah ini, Allah juga yang akan mengembalikan kepada keadaan yang lebih baik. Ketika ditimpa musibah dan kesusahan, jangan berharap sesuatu pun dari manusia. Berharaplah kepada Allah saja. Allah yang menciptakan kita, maka Allah pasti akan memberikan rezeki kepada kita. Yakinlah, bahwa Allah Taโala tidak akan menelantarkan hamba-hamba-Nya yang Aโlam.*/sumber;
BAGAIMANA agar kita bisa ridho terhadap ketentuan atau qadha Allah? Ridho adalah tingkat tertinggi dalam menghadapi ujian. Tingkatannya diatas sabar. Perbedaanya menurut Ibnu Rajab adalah sesugguhnya sabar adalah menjauhkan, menjaga dan menahan diri dari merasa marah, murka terhadap takdir โpen namun masih ada perasaan pahit, sakit di hati -pen serta masih berharap sesuatu yang tidak mengenakkan di hati itu hilang. Sabar juga mencakup menahan anggota badan dari perbuatan yang menunjukkan adanya perasaan keluh kesah. Sedangkan ridho adalah lapangnya dada atas takdir, tidak berharap hilangnya kepedihan dari takdir Allah tersebut walaupun masih merasakan pahitnya. Namun keridhoannya mampu meringankan perasaan tersebut disebabkan dia telah mampu mengendalikan hatinya dengan ruh keyakinan dan dalamnya ilmunya terhadap takdir -pen. Jika ridho semakin kuat maka rasa pahit di hati itu akan hilang hilang semuanya.โ Jamiโ Al Ulum wal Hikam BACA JUGA Beriman Kepada Takdir Qadha dan Qadar Jadi, ridho itu sabar plus hati yang lapang, sama saja baginya kepedihan yang Allah takdirkan padanya hilang atau tidak. Sementara sabar masih berharap bahwa ujian atau musibah akan berlalu darinya. Ridho terhadap Qadha Allah Tingkat Manusia dalam Mengahadapi Cobaan 1. Marah dan tidak terima Tingkat paling rendah 2. Bersabar Menerima dan menahan diri Tingkat menengah Foto Freepik 3. Bersyukur Menerima dengan senang hati ridho terhadap qadha Allah karena semua dianggap nikmat. Tingkat tertinggi Makna syukur dalam menghadapi musibah adalah Ridho terhadap qadha Allah. Musibah adalah penghapus dosa secara mutlak. Bahkan walaupun orang yang mendapat musibah tersebut tidak meniatkan mencari pahala dari musibahnya, selama ia bersabar dan tidak marah kepada takdir. Jika ia meniatkan mencari pahala dari musibahnya maka selain mendapatkan penghapusan dosa, ia juga mendapatkan pahala. BACA JUGA Takdir Menurut 4 Imam Mazhab Foto Freepik Tingkatan yang paling tinggi dalam hal ini adalah ridha. Sebagian orang ketika mendapat musibah ia ridha senang. la merasakan musibah sebagai nikmat dan ia bersyukur kepada Allah atasnya. Adapun orang yang tidak bersabar ketika mendapat musibah, dan ia tidak bisa menahan hatinya untuk marah kepada takdir. dan tidak bisa menahan lisannya untuk mengeluh. maka tidak ada pahala baginya. Begitu menurut Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi. Wallahu aโlam bi showab. []
ุฅูููู ุงูููููู ุฅูุฐูุง ุฃูุญูุจูู ููููู
ูุง ุงุจูุชููุงูููู
ู ููู
ููู ุฑูุถููู ูููููู ุงูุฑููุถูุง ููู
ููู ุณูุฎูุทู ูููููู ุงูุณููุฎูุทูโSesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho terhadap ujian tersebut maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah terhadap ujian tersebut maka baginya murka-Nya.โ HR. TirmidziDari hadist tersebut sudah jelas, bahwa ketika Alah mencinati seorang hamba, maka hamba tersebut akan Allah uji, dengan tujuan Allah ingin menguji apakah hamba tersebut ridho terhadap cobaan tersebut aatukah malah akan marah-marah dengan cobaan tersebut walaupun sebenarnya Allah sudah Maha tahu terhadap respon hamba tersebut, namun Allah ingin memberitahukan hal tersebut ke hambanya yang lain secara umum.Dari Mushโab bin Saโid seorang tabiโin dari ayahnya berkata, ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุงุณู ุฃูุดูุฏูู ุจููุงูุกูโWahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?โ Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab, ุงูุฃูููุจูููุงุกู ุซูู
ูู ุงูุฃูู
ูุซููู ููุงูุฃูู
ูุซููู ููููุจูุชูููู ุงูุฑููุฌููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููุฅููู ููุงูู ุฏูููููู ุตูููุจูุง ุงุดูุชูุฏูู ุจููุงูุคููู ููุฅููู ููุงูู ููู ุฏูููููู ุฑููููุฉู ุงุจูุชููููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููู
ูุง ููุจูุฑูุญู ุงููุจููุงูุกู ุจูุงููุนูุจูุฏู ุญูุชููู ููุชูุฑููููู ููู
ูุดูู ุนูููู ุงูุฃูุฑูุถู ู
ูุง ุนููููููู ุฎูุทููุฆูุฉู ยปโPara Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat kokoh, maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.โ HR. TirmidziSemoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi serta mencari Manawi mengatakan, โBarangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta tertutupi. Betapa banyak orang sholih ulama besar yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafaโur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. โฆ Dan masih banyak kisah lainnya.โ Faidhul Qodhir Syarh Al Jamiโ Ash ShogirSemoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah.
โBarangsiapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan di sisi Allah.โ Adh Dhahhak Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงูููููู ุจูุนูุจูุฏููู ุงููุฎูููุฑู ุนูุฌูููู ูููู ุงููุนููููุจูุฉู ููู ุงูุฏููููููุง ููุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงูููููู ุจูุนูุจูุฏููู ุงูุดููุฑูู ุฃูู
ูุณููู ุนููููู ุจูุฐูููุจููู ุญูุชููู ูููููููู ุจููู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู โJika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.โ HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani Ath Thibiy berkata โHamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.โ Lihat Faidhul Qodir, 2 583, Mirqotul Mafatih, 5 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7 65 Dari Anas bin Malik, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูููู ุนูุธูู
ู ุงููุฌูุฒูุงุกู ู
ูุนู ุนูุธูู
ู ุงููุจููุงูุกู ููุฅูููู ุงูููููู ุฅูุฐูุง ุฃูุญูุจูู ููููู
ูุง ุงุจูุชููุงูููู
ู ููู
ููู ุฑูุถููู ูููููู ุงูุฑููุถูุง ููู
ููู ุณูุฎูุทู ูููููู ุงูุณููุฎูุทู โSesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.โ HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani โBencana sentiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya.โ HR. At Tirmidzi, dan beliau berkata, โHasan shahih.โ, Imam Ahmad, dan lainnya Dari Abu Hurairah โUjian akan terus datang kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Allah tanpa membawa dosa.โ HR. Ahmad, hasan shahih โTidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit yang terus menerus, rasa capek, kekhawatiran pada pikiran, sedih karena sesuatu yang hilang, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.โ HR. Bukhari dan Muslim Rasulullah ๏ทบ bersabda โTidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.โ HR. Bukhari dan Muslim โSungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.โ Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan Radhiyallahu Anhu โKunci pembuka kenikmatan adalah sabar, sedangkan kunci penutupnya adalah malas.โ Ali bin Abi Thalib Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุงุญูุฑูุตู ุนูููู ู
ูุง ููููููุนููู ููุงุณูุชูุนููู ุจูุงูููู ูููุง ุชูุนูุฌูุฒูููู , ููุฅููู ุฃูุตูุงุจููู ุดูููุกู ูููุง ุชููููู ูููู ุฃููููู ููุนูููุชู ููุฐูุง ููููุงูู ููุฐูุง ูู ููุฐูุง , ูููููููู ูููู ููุฏูุฑู ุงูููู ูู ู
ูุง ุดูุงุกู ููุนููู , ููุฅูููู ูููู ุชูููุชูุญู ุนูู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู โBersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dalam segala urusan, serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan, seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begituโ. Tetapi katakanlah, ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendakiโ. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka pintu perbuatan setanโ. HR. Muslim no. 2664 โKetahuilah bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba, dan menambah pahala.โ DR. Aidh Al Qarni โKegundahan, kesusahan, dan kesedihan hanyalah muncul dari dua sisi Pertama, cinta dunia dan ambisius terhadapnya. Kedua, sedikit melakukan kebaikan dan ketaatan.โ Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Uddatush Shabirin, hlm. 512 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata โJadi, sabar ada tiga macam, yang paling tinggi adalah sabar di atas ketaatan kepada Allah, kemudian sabar dari kemaksiatan, lalu sabar atas takdir Allah.โ Al-Qaulul Mufid 2/110 Nabi shallallahuโalaihi wa sallam bersabda ุฃุดุฏ ุงููุงุณ ุจูุงุก ุงูุฃูุจูุงุก, ุซู
ุงูุตุงูุญูู, ุซู
ุงูุฃู
ุซู ูุงูุฃู
ุซู โManusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya.โ HR. Ahmad, 3/78, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jamiโ no. 995 Rasulullah SAW bersabda โManusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling baik setelahnya, lalu orang yang paling baik setelahnya. Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya juga ringan. Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan, hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia tanpa dosa sedikitpun.โ Shohihul Jami 993 โSegala persoalan dalam hidup ini sesungguhnya tidak untuk menguji kekuatan dirimu, tetapi menguji seberapa besar kesungguhanmu meminta pertolongan Allah SWT.โ Ibnu Qoyyim Imam Ibnul Qoyyim ุฑุญู
ู ุงููููู berkata โBarangsiapa yang mengenal Allah ุฌู ุฌูุงูู niscaya akan terasa lapang baginya segala kesempitan.โ Madaarijus Saalikin 3/317 Berkata Utsaimin rahimahumullah โJika sesuatu perkara membuatmu lelah dan membuatmu lemah darinya maka ucapkanlah Laa Haula Walaa Quwwata illa Billah, karena sungguh Allah akan membantumu atas perkara itu.โ Syah Riyadih Sholihin 5/22 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โKata ini Laa haula wala quwwata illa billah memiliki pengaruh yang ajaib dalam menghadapi situasi sulit, agar tahan banting, tatkala menemui para penguasa dan orang-orang yang ditakuti, menghadapi keadaan pelik dan juga mempunyai pengaruh yang menakjubkan dalam menghindari kefaqiran.โ Al Wabilus Shoib hal. 77 Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan โApabila ada suatu hal yang melelahkanmu dan engkau pun tidak sanggup mengerjakannya, ucapkanlah, Laa haula wa laa quwwata illa billahโ. Tidak ada daya dan upaya melainkan hanya dengan pertolongan dari Allah, niscaya Allah akan memudahkan urusanmu.โ Syarah Riyadhushalihin, 5/552 Dalam hadis qudsi Allah berfirman โPergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.โ HR. Thabrani dari Abu Umamah Ibnul Qayyim rahimahullah โSesungguhnya Allah menguji hamba-Nya, supaya Ia dapat mendengar keluh kesah sang hamba, ketunduk-pasrahannya, serta rintihan doโanya.โ Uddatush shabirin hlm. 62 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โSesuai dengan kadar niat, tekad dan semangat seorang hamba, sekadar itulah Allah akan memberikan taufik dan pertolongan kepadanya. Maka pertolongan Allah akan turun kepada seorang hamba, sesuai dengan kadar tekadnya.โ Al Fawaid 18 โKadang kala, pemberian ilahi datang secara tiba-tiba, agar para hamba tidak menyangka bahwa pemberian itu ada karena persiapan mereka.โ Ibnu Athaโillah al-Iskandari Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โDiantara rahmat Allah adalah menjadikan dunia penuh ujian dan kesusahan. Agar mereka tidak condong kepada dunia dan tidak merasa tenteram kepadanya. Dan agar mereka mengharapkan kenikmatan yang abadi di negeri surga di sisi-Nya.โ โAllah menggiring mereka kepada kenikmatan akhirat dengan cambuk ujian dan cobaan. Allah tidak memberi mereka dunia karena ingin memberi mereka yang lebih baik dari dunia. Allah memberi mereka ujian agar menyelamatkan mereka dari adzab-Nya.โ Ighotsatulahafan 2/917 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata ููุง ุชุชู
ู ุงูู
ูุช ูุฃู ุงูุฃู
ุฑ ููู ู
ูุถู ูุฑุจู
ุง ูููู ูู ุจูุงุกู ุฎูุฑ ูู ููุบูุฑู ููุง ุชุชู
ู ุงูู
ูุช ุจู ุงุตุจุฑ ูุงุญุชุณุจ ูุฅู ุงููู ุนุฒ ูุฌู ุณูุฌุนู ุจุนุฏ ุงูุนุณุฑ ูุณุฑุง โJangan engkau berharap kematian karena perkara tersebut telah ditentukan! Bisa jadi keberadaanmu yang tetap seperti itu lebih baik bagimu dan bagi orang lain, maka jangan berangan-angan untuk mati! Bahkan, hendaknya engkau bersabar dan mengharap pahala karena sesungguhnya Allah azza wa jalla akan menjadikan setelah kesulitan itu kemudahan.โ Sumber Syarh al-Kabair
ridho dengan ujian allah